Artikel

Tips Menjaga Keamanan Data untuk Melindungi Bisnis Anda

Sebuah bisnis yang menyediakan layanan jasa atau barang kepada pelanggan tentunya bekerja dengan berbagai jenis data. Ini mencakup informasi tentang produk atau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan, informasi tentang pembeli barang atau jasa, hingga rencana bisnis dan rencana keuangan. Tentunya data ini bersifat sensitif dan rahasia dan harus diamankan dengan cara terbaik untuk menghindari kebocoran data yang dapat memengaruhi reputasi bisnis Anda.

Menjaga keamanan data untuk melindungi bisnis Anda bukan hanya soal menggunakan teknologi terkini. Mempekerjakan orang yang tepat hingga memiliki kebijakan keamanan yang baik adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan agar data Anda tersimpan dengan aman.

Anda dapat menjaga keamanan data dengan mengikuti beberapa kiat berikut:

Pahami data yang membutuhkan keamanan ekstra. Lihat semua data yang ada, baik itu catatan keuangan, informasi pelanggan, hingga rincian pemasok Anda. Tentukan seberapa sensitif jenis data ini, lalu buat catatan komprehensif tentang data yang disimpan, siapa yang dapat mengakses, yang kemudian dapat Anda gunakan untuk mengidentifikasi resiko keamanan data di masa depan.

Pastikan anti-virus, anti-spyware, anti-malware, anti-ransomware tetap up-to-date. Meskipun perangkat lunak sudah terpasang, jangan sampai lalai untuk update versi terbaru secara berkala untuk menghindari berbagai macam ancaman cyber yang dapat mencuri data Anda.

Kaji dan perbaiki sistem keamanan database. Banyak database rentan terhadap akses yang tidak terkontrol dengan baik. Kondisi ini dapat membuka akses bagi pengguna yang tidak berwenang yang dapat mengubah data dengan mudah. Gunakan aplikasi pendamping yang memiliki fitur pengaturan hak akses berdasarkan kewenangan yang memberikan batasan otorisasi kepada pengguna tertentu.

Beri batasan akses dan otorisasi. Anggota staf maupun pihak ketiga sama-sama harus memiliki akses hanya pada data yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka. Otorisasi adalah proses dimana manajer IT menentukan administrator yang akan diberi wewenang untuk mengakses data. Kegunaan mekanisme ticketing untuk pengajuan hak akses yang melalui proses autentikasi berjenjang, akan memberikan transparansi pada proses permintaan hak akses yang nantinya juga dapat dipertanggungjawabkan.

Audit dan pantau aktivitas administrator. Tinjau aktivitas login secara teratur untuk mendeteksi login anomali. Pemantauan yang efektif memungkinkan Anda untuk mengetahui apabila sistem telah disusupi, atau ketika ada pengguna yang melakukan aktivitas mencurigakan. Database yang memiliki sistem pencatatan log dan fungsi audit akan sangat membantu dalam memantau aktivitas administrator.

Lakukan backup secara teratur. Menjadwalkan backup reguler ke hard drive eksternal atau cloud adalah langkah yang kadang terlupakan. Server harus di-backup per minggu, dan komputer karyawan pun harus di-backup setiap bulan.


Didik karyawan tentang keamanan data. Ajarkan karyawan Anda tentang kebiasaan online yang baik dan aman. Pastikan karyawan Anda memahami betapa pentingnya data perusahaan lalu berikan langkah-langkah yang dapat mereka lakukan untuk melindunginya.

Memastikan keamanan informasi perusahaan Anda sangat penting, Dengan meningkatkan keamanan data sejak awal, Anda tak akan kehilangan banyak waktu, uang, dan sumber daya untuk pengendalian kerusakan. Bila perlu, gunakan aplikasi tambahan untuk memaksimalkan perlindungan pada database perusahaan. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?


Sumber : Asaba Computer Centre, 2018
Share this Post