Artikel

CARA MUDAH LAPOR SLIK UNTUK BANK

Tahun 2018 memberikan tantangan tersendiri untuk mereka yang bekerja di bank. Pasalnya, sumber informasi mengenai nasabah yang biasa dilaporkan untuk menjadi acuan BI Checking, kini mengalami perubahan nama, format. dan juga penanggungjawab. Ya, Sistem Informasi Debitur (SID) yang dulu diserahkan ke Bank Indonesia sudah berganti nama menjadi SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) dan kini diserahkan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan), efektif per Januari tahun ini. Sejauh ini, mulai dari Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) maupun BPR Syariah, semua wajib menggunakan format SLIK sebagai ganti SID setiap bulannya.

Bagaimana transisi SID ke SLIK bisa begitu menantang untuk pihak bank?

  1. Perbedaan format

Format SLIK harus sesuai standar OJK, sedangkan format pelaporan SID sangat berbeda dengan SLIK. Mempelajari format baru SLIK tentunya butuh adaptasi, apalagi laporan ini wajib diserahkan setiap bulan. Penyimpanan dokumentasi data yang apik juga dibutuhkan untuk membantu pengisian jika dilakukan baik manual maupun dengan sistem.

  1. Time-consuming
    Harus disediakan waktu khusus untuk mengolah sisa data SID ke dalam bentuk SLIK sebelum diserahkan ke OJK, termasuk untuk menarik data baru karena terdapat sekitar 30% kolom data yang sebelumnya tidak dilaporkan di SID.

  1. Sanksi keterlambatan

Pelaporan SLIK rutin per bulan dan wajib hukumnya untuk dilaporkan dan ada batas waktu pelaporan pada setiap bulannya. Jika terlambat atau tidak melaporkan SLIK maka bank akan dikenakan denda dan mendapatkan teguran. Jika terjadi ketidaksesuaian pengisian juga akan terkena denda.

Pengerjaan laporan SLIK memang cukup menantang, tapi bukan berarti tidak bisa dihadapi. Solusi paling mudah untuk membantu memperlancar proses peralihan regulasi ini adalah dengan menggunakan sistem atau aplikasi khusus pelaporan SLIK. Bank hanya melakukan pengumpulan dan pendokumentasian data yang diperlukan, sisanya dapat dikerjakan oleh aplikasi khusus pelaporan SLIK tersebut.

Selain membantu mempercepat pengisian di awal, penggunaan aplikasi dapat memberikan efisiensi waktu pelaporan sekaligus budget cost di masa depan, dengan catatan di dalam aplikasi telah mencakup kriteria fitur sebagai berikut:

  1. Pembuatan kolom sesuai dengan standar SLIK OJK. Aplikasi sebaiknya sudah memiliki fitur validasi format data yang secara otomatis disesuaikan dengan standar OJK tanpa harus melakukan mapping data secara manual.
  2. Pemanfaatan text file dari proses penarikan data SID sebelumnya, sehingga 70% data yang dibutuhkan untuk SLIK tinggal dimasukkan tanpa harus membuat proses penarikan data baru.
  3. Ada penambahan data baru sebesar 30% yang harus diisi dalam format SLIK. Maka sebaiknya aplikasi yang digunakan memiliki fitur pengisian data baru yang sudah sesuai standar OJK.
  4. Perbaikan data yang tidak sesuai bisa dilakukan langsung pada aplikasi, tanpa melakukan perbaikan data di core system terlebih dahulu untuk menghemat waktu pelaporan.
  5. Menggunakan program open source stabil dan fleksibel seperti MySQL atau PHP yang sudah gratis sehingga tidak perlu lagi biaya tambahan untuk lisensi.

Untuk memulai melaporkan SLIK ke OJK sebetulnya tidak sulit, asal pihak bank mengerti apa saja poin-poin yang harus diperhatikan untuk memulai. Pertama, tentu saja mendapatkan advice dari vendor IT terpercaya yang berpengalaman di industri banking, dengan menggunakan aplikasi yang telah teruji dalam melaporkan SLIK. Kedua, persiapan awal dari aplikasi ini butuh waktu mulai dari set up aplikasi, testing, hingga transfer knowledge ke pihak bank yang berwenang untuk aksesnya. Kesediaan pihak bank untuk memberikan waktu lebih kurang 5 hari kerja didukung dengan dokumentasi data SID lama yang akurat dan mendetail untuk diintegrasikan akan memperlancar proses persiapan aplikasi.

Regulasi baru dari OJK tak perlu dijadikan persoalan jika ada solusi mudah untuk mengatasinya. Jika Anda membutuhkan rekomendasi untuk membangun aplikasi yang dapat membantu mempermudah pelaporan SLIK, silakan cek rekomendasi kami di sini.


Sumber : OJK, 2018
Share this Post